SERTIFIKASI PRODUK HALAL PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BANJARMASIN (STUDI KASUS PADA ABON HARUAN HJ. JAMILAH, KRUPUK HARUAN MAMA OZAN DAN AMPLANG TENGGIRI RUSMINI)

Mairijani, Mairijani and Budiman, Mochammad Arif and Nurhidayati, Nurhidayati and Fahmi, M.Yassir (2019) SERTIFIKASI PRODUK HALAL PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BANJARMASIN (STUDI KASUS PADA ABON HARUAN HJ. JAMILAH, KRUPUK HARUAN MAMA OZAN DAN AMPLANG TENGGIRI RUSMINI). Proceeding of National Conference on Asbis, 4. pp. 174-183. ISSN 2541-6022

[img] Text
373 - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (16kB)
Official URL: http://e-prosiding.poliban.ac.id/index.php/asbis/i...

Abstract

Sertifikasi produk halal merupakan bagian dari pelindungan dan jaminan negara terhadap masyarakat. Dengan lahirnya Undang-Undang No 33 Tahun 2014, sebagaimana Pasal 4, bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. (Undang-Undang No. 32 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, 2014). Industri kecil Menengah (IKM) di Indonesia berkembang cukup pesat, di Banjarmasin saja jumlah IKM sudah mencapai 87.666 unit usaha, dengan melihat waktu pemberlakuan undang-undang yang mulai efektif per 17 Oktober 2019, maka hal ini akan memberikan dampak yang besar bagi IKM. Sehingga perlu adanya usaha/stimulasi dalam rangka akselerasi/percepatan agar IKM memiliki sertifikasi produk halal. Tujuan riset ini memotret kendala/kekurangan yang dihadapi IKM dan menawarkan solusi dalam upaya akselerasi agar IKM mendapatkan sertifikasi produk halal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan survey lapangan dan literatur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi IKM dalam upaya untuk mendapatkan sertifikasi produk halal, antara lain : masih minimnya sosialisasi proses sertifikasi produk halal, besarnya biaya yang ditanggung untuk mendapatkan sertifikasi dan perpanjangan apabila masanya habis, rendah dan terbatasnya sumber daya manusia di IKM. Solusi yang diberikan guna percepatan sertifikasi produk halal pada IKM antara lain, perlunya peran pemerintah secara giat melakukan sosialisasi dan informasi, membantu dan mengikutsertakan pelaku usaha dalam pelatihan internal audit Sistem Jaminan Halal (SJH), pelatihan membantu proses sertifikasi, membantu biaya sertifikasi dalam bentuk program-program yang diadakan setiap tahun.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Industri Kecil Menengah (IKM), sertifikasi produk halal
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
T Technology > T Technology (General) > T59 Standardization
Divisions: Jurusan Akuntansi > D4 ALKS
Depositing User: Repository Administrator
Date Deposited: 22 Mar 2020 04:21
Last Modified: 22 Mar 2020 04:21
URI: http://repository.poliban.ac.id/id/eprint/561

Actions (login required)

View Item View Item