Pemodelan 3 Dimensi Patung Bekantan Banjarmasin Menggunakan Teknik Fotogrametri Rentang Dekat

  • Faris Ade Irawan Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Asadillah Hafid Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Febri Gunawan Politeknik Negeri Banjarmasin
Keywords: Patung Bekantan, Model Digital, Foto

Abstract

Patung Bekantan merupakan salah satu ikon Kota Banjarmasin. Sebagai salah satu objek vital yang ada di Banjarmasin, sudah menjadi kewajiban bagi setiap pihak untuk selalu menjaga kondisi dan eksistensi patung ini. Sebagai objek buatan manusia, patung Bekantan ini tentu sangat rentan terjadi kerusakan, baik karena faktor manusia maupun faktor alam. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pendokumentasian terhadap objek ini dirasa sangat diperlukan sebagai data dasar untuk kegiatan restorasi dan rekonstruksi di kemudian hari jika terjadi kerusakan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melakukan dokumentasi digital objek patung Bekantan melalui rekonstruksi model digital 3 dimensi (3D). Data utama yang digunakan adalah 181 foto yang terdiri dari 147 foto dari wahana tanpa awak dan 34 foto dari kamera ponsel. Selanjutnya model 3D dibentuk melalui beberapa tahapan, di antaranya: alignment photo, build dense cloud, build mesh, dan build texture. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan pengambilan foto dari segala sisi (udara dan darat), model 3D yang dihasilkan menunjukkan detail yang baik. Untuk menguji ketelitian dimensi model 3D, dilakukan uji pengukuran dimensi patung menggunakan pita ukur yang dibandingkan dengan dimensi dari model 3D. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata selisih panjang antara model 3D dan objek sebenarnya adalah 0,03729 m dan selisih terbesar adalah 0,06287 m.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agisoft. (2016). Agisoft PhotoScan User Manual (Professional ed.). Agisoft LLC.
Alsadik, B., Gerke, M., & Vosselman, G. (2013). Automated camera network design for 3D modeling of cultural heritage objects. Journal of Cultural Heritage, 515-526.
Bayuaji, R. A., Suprayogi, A., & Sasmito, B. (2015). Aplikasi Fotogrametri Jarak Dekat untuk Pemodelan 3D Gereja Blenduk Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 4.
Brahmantara. (2017). Metode Foto Rentang Dekat (Close Range Photogrammetry) dan Aerial untuk Pendokumentasian Tiga Dimensi Cagar Budaya. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, XI, 76-88.
Hidayat, H., & Cahyono, A. B. (2016). Rekonstruksi Digital Bangunan Candi Singosari dengan Metod Structure From Motion. Geoid, 11, 211-218.
Indonesia.go.id. (2019). Diambil kembali dari https://www.indonesia.go.id/ragam/keanekaragaman-hayati/sosial/bekantan-si-hidungbesar-nan-mempesona
Mulia, D., & Hapsari, H. (2014). Studi Fotogrametri Jarak Dekat dalam Pemodelan 3D dan Analisis Volume Objek. Geoid, 10, 32-39.
Purwanto, T. H. (2017). Pemanfaatan Foto Udara Format Kecil untuk Ekstraksi Digital Elevation Model dengan Metode Stereoplotting. Majalah Geografi Indonesia, 31, 73-89.
Subakti, B. (2017). Pemanfaatan Foto Udara UAV untuk Pemodelan Bangunan 3D dengan Metode Otomatis. Spectra, XV, 15-30.
Zhang, P., Arre, T. J., & Ektessabi, A. I. (2015). A line scan camera-based structure from motion for high-resolution 3D reconstruction. Journal of Cultural Heritage.
Published
2019-12-31