SIMULASI NUMERIS APLIKASI GEOTEKSTIL PADA JALAN AGGREGAT BATUAN TIDAK BERASPAL

Fathurrozi, Fathurrozi (2015) SIMULASI NUMERIS APLIKASI GEOTEKSTIL PADA JALAN AGGREGAT BATUAN TIDAK BERASPAL. Intekna, 15 (1). pp. 1-8. ISSN 2443-1060

[img] Text
Vol 15 No 1 (2015) _ Jurnal INTEKNA _ Informasi Teknik dan Niaga.pdf

Download (149kB)
Official URL: https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/intekna/is...

Abstract

Geotekstil telah banyak digunakan untuk perkuatan tanah-dasar pada struktur perkerasan jalan. Pada daerah tanah lunak, geotekstil juga telah digunakan untuk stabilisasi timbunan badan jalan. sebagai tulangan atau perkuatan, geogrid dan geotekstil memberikan pengaruh kekuatan melalui tiga kemungkinan mekanisme. Pertama adalah lateral restraint pada lapis pondasi jalan dan tanah dasar (subgrade). Kedua, menaikkan kapasitas dukung tanah. dan yang ketiga, dukungan membrane akibat beban roda. Untuk aplikasi geotekstil pada jalan aggregat batuan tidak beraspal diperlukan suatu metoda perhitungan sebagai simulasi numeris. Simulasi numeris sangat penting untuk menentukan ketebalan ekonomis lapis agregat batuan diatas tanah-dasar dengan dan tanpa geotekstil. Ada beberapa metoda yang dapat digunakan dalam studi numeris untuk menentukan ketebalan lapis agregat batuan diatas tanah-dasar dengan dan tanpa geotekstil, yaitu: pertama Metoda Giround dan Noiray,(1981). kedua metoda Steward et al. (1977) dan yang ketiga dengan metoda laboratotium yang di rekomendasikan oleh Koerner (2005). Dari hasil pembahasan di peroleh hasil dari masing-masing metoda, dan memberikan kesimpulan yakni: Simulasi numeris dengan metoda Giroud dan Noiray (1981), dengan data-data tertentu memberikan tebal agregat yang diperlukan bila tidak digunakan geotekstil, h0’ = 0,35 m. Jika digunakan geotekstil diperoleh penghematan agregat atau pengurangan tebal ahregat Δh = 0,15 m. tebal agregat yang dibutuhkan bila dipakai geotekstil, adalah h’ = 0,35 – 0,15 = 0,20m. Bila dihitung dengan metoda Steward et al,(1977). tanpa geotekstil diperoleh tebal lapisan agregat yang dibutuhkan 450mm. jika dipasang geotekstil, diperoleh tebal lapisan agregat yang dibutuhkan 340 mm. jadi dengan menggunakan geotekstil diperoleh penghematan tebal agregat = 450 – 350 = 100 mm. Simulasi numeris metoda laboratorium menganggap bahwa rasio perkuatan dapat digunakan sebagai angka pengali terhadap CBR di lapangan, maka dapat ditentukan tebal agegat batuan yang dibutuhkan di lapangan, untuk kondisi tanpa dan dengan geotekstil. dapat dilihat bahwa bila defleksi dan kadar air bertambah, maka rasio perkuatan juga bertambah. Jadi, peran geotekstil sebagai tulangan akan semakin terlihat jelas bila tanah semakin lunak

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: geotekstil, tanah-dasar, jalan agregat
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA703 Engineering geology. Rock mechanics. Soil mechanics.Underground construction
Divisions: Jurusan Teknik Sipil > D3 Teknik Sipil
Depositing User: Fathurrozi Fathurrozi
Date Deposited: 13 Mar 2020 04:14
Last Modified: 13 Mar 2020 04:14
URI: http://repository.poliban.ac.id/id/eprint/660

Actions (login required)

View Item View Item